Postingan

Tentang Bapak

Bertepatan dengan Hari Ayah 12 November 2024, ku tulis tentang sosok bapakku sebagai bentuk rasa bangga telah memiliki sosok bapak yang sangat hebat, tiada dua nya, dan bagiku seisi dunia mesti tau. Apalagi yang bisa menggambarkan selain bapak adalah sosok yang hebat? Hmmm, bagiku tentu banyaaak sekali. Pernah ku mendengar bahwa "sosok cinta pertama kepada laki-laki bagi anak perempuannya itu adalah ayahnya", that is right? sampai saat ini dengan sangat dipastikan jawabanku adalah... iya! Untuk menjabarkan betapa hebatnya bapak ku, ia merupakan sosok yang baik, paling tulus, kuat, tegar, sabar, serba bisa, tekun, ulet, dan senang membantu orang lain. Untuk aku yang merupakan anak perempuan satu-satunya, ia sosok yang sangat melindungi anaknya semaksimal mungkin. Bahkan setelah aku berkehidupan rumah tangga, sisi protektifnya masih terasa. Bapak memang orang yang sedikit berbicara, namun dalam tindakannya sangat luar biasa. Tidak pandai berkata-kata apalagi mengungkapkan rasa ...

Lika-liku Perempuan untuk Menjadi "Cantik"

Cantik itu relatif. Tiap orang mungkin memiliki pandangan dan definisi cantik yang berbeda-beda. Termasuk definisi cantik bagi perempuan, baik cantik secara kepribadian maupun secara fisik. Cantik secara kepribadian menurut gue adalah cantik yang berasal dari dalam diri perempuan, dimana bagaimana ia bersikap, maupun bertindak. Ia mampu bersikap dengan baik, memberikan dampak yang positif dan kebermanfaatan bagi orang lain, santun, menghargai orang lain, dan bisa menempatkan diri. Adapun cantik secara fisik adalah ia mampu memperlakukan dirinya dengan baik, termasuk secara fisik/tubuhnya dengan berbagai usaha yang sesuai dengan kemampuan dirinya (tidak memaksakan diri) dan mampu menampilkan dirinya sendiri dengan penuh percaya diri. Setuju? Oke. Lalu, apakah kita sebagai perempuan sudah merasa cantik? Emmm kalo gue pribadi sih, kayaknya belum bisa bilang dengan pede banget sih. hehe But, kalo ada yang udah pede bahwa dirinya cantik, hebat banget sih. Mengatakan kepada diri sendiri bahw...

Menjadi "Pejuang Garis Dua"

Istilah "pejuang garis dua" nampaknya baru familiar beberapa tahun terakhir ini. Sebagian besar dari kita mungkin udah tau bahwa pejuang garis dua itu adalah orang-orang dengan status sudah menikah yang lagi berusaha untuk memperoleh keturunan/anak. Istilah ini makin familiar diperbincangkan di media sosial. Gimana engga, sekarang orang-orang udah mulai lebih leluasa buat speak up tentang berbagai hal, yang dirasakan akan berdampak positif, seperti mendapatkan support, dapet insight baru, dan mungkin bisa ngasih pencerahan dan solusi bagi suatu persoalan. Nah, termasuk juga orang-orang yang sedang berusaha untuk memiliki keturunan ini. Banyak orang yang membagikan ceritanya dan saling berbagi cerita juga dengan netizen yang mengalami hal yang sama. Menjadi pejuang garis dua nampaknya adalah suatu fase yang penuh perjuangan, perlu support system dan stok kewarasan yang banyak. Dengan bercerita, disitulah timbul perasaan bahwa "aku gak sendirian, ada temennya", dan te...

Membentuk Kesiapan Mental Anak Muda

Anak muda zaman sekarang, baik Gen Y atau Gen Z saat ini nampaknya banyak sekali hal-hal yang menjadi tantangan tersendiri dalam menghadapi masa depan. Gimana engga, seiring berjalannya waktu  kemajuan teknologi semakin berkembang, dan arus informasi semakin tak terkendali membuat kita harus lebih strike dalam menghadapi apa yang akan terjadi. Kemajuan teknologi dan informasi memang tak bisa terhindarkan, mereka akan terus maju dan berkembang tiada hentinya. Tapi masalahnya kita sebagai manusia, apa yang akan dilakukan dalam memanfaatkan teknologi dan informasi itu? Apakah kita juga sudah mampu mengikuti kemajuan teknologi dan informasi dengan baik? Apakah sudah merasa dimudahkan dalam menjalani kehidupan kita secara keseluruhan, atau justru menyulitkan? Mari kita bahas realitanya. Realitanya, memang dalam beberapa hal kita bisa memanfaatkan teknologi dan informasi dengan baik, begitupun bisa mengikuti dengan mudah. Banyak juga kok anak muda yang sukses berkat kemajuan teknologi. C...

Hidup Itu Keras, Jangan Manja!

Sepanjang hidup, kita selalu dituntut untuk hidup kompetitif. Mungkin kita juga udah ngerasain dari kecil yang dituntut oleh orang tua, keluarga, atau kerabat. Kita dituntut buat dapetin nilai bagus di sekolah, harus ngalahin orang lain biar keterima kerja, ngalahin orang lain buat dapetin si dia, dan banyak lagi. Semua itu beriringan juga dengan serentetan pertanyaan dari orang-orang sekitar kita yang selalu hadir sepanjang hidup, bahkan sejak kita lahir. Ketika lahir ditanya kapan bisa jalan, udah remaja ditanya kapan lulus, menjelang dewasa ditanya kapan punya pasangan, kapan nikah. Udah nikah ditanya kapan punya anak, menjelang lansia ditanya kapan punya cucu, teruuuss aja begitu kecuali yang ga ditanyain adalah kapan meninggal? haha. Tapi mau gimana lagi yagesya, siklus kehidupan manusia pada umumnya memang seperti itu. Setiap masa harus ada yang dicapai. Untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu memang suka bikin kesel tatkala kitanya belum siap, tapi ketika kitanya udah siap kita...

Memaknai Kehidupan Pernikahan

Pernikahan adalah fase kehidupan yang membawa kita kepada kehidupan yang baru. Status baru, peran/tugas baru, suasana baru, begitupun urusan baru, tantangan baru, begitupun petualangan baru. Menikah membuat kita menjadi orang yg lebih berarti. "Ternyata ada yg mau nikah sama aku, cinta sama aku, dan bersedia menemaniku sepanjang hidup. Pencarian jodoh yg tak selamanya mudah, sudah tak membuat lagi gelisah. Sudah tak diragukan lagi kalo aku laku juga. Jadi gak jomblo sampe tua". Hmmm. Bahagia rasanya. Tapi... Tahukah kamu? Ternyata.. itu semua memang betul2 hanya sebuah prolog.   Nyatanya, pernikahan itu memerlukan persiapan yang sangat matang. Ya, meskipun ketika kita menikah tak ada yg benar2 100% siap, akan tetapi bukan berarti kita menikah tanpa adanya persiapan sama sekali.   Persiapan itu gak hanya sekedar mikirin acara akad dan resepsi. Begitupun tempat tinggal sesudah itu. Akan tetapi yg sangat perlu diutamakan adalah kesiapan mental. "Emang ...